Peran Wanita Dalam Perubahan Iklim
Kesetaraan gender dan inklusi social (GESI/ Gender and Social Inclusion) merupakan topic yang cukup hangat saat-saat ini. Berkenaan dengan itu, WRI (World Research Institute) Indonesia melalui Program Cities4Forest berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jayapura dan Universitas Ottow Geissler Papua mengadakan seminar Online yang dirangkaikan dalam bentuk Lingkar Belajar Tanah Papua dengan topik “Integrasi Gender dan Inklusi Sosial (GESI) dalam Perencanaan Pembangunan di Kota Jayapura". Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis Tanggal 5 Oktober 2023 bertempat di Universitas Ottow Geissler Papua. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura juga berkesempatan untuk memberikan materi terkait “Peranan Wanita Dalam Perubahan Iklim”. Ir. Dolfina Dece Mano, M.Si menyebutan bahwa ada 2 (dua) program di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura yang pelaksanaannya didominasi wanita yaitu program Kampung Iklim atau ProKlim dan Bank Sampah. Program Kampung Iklim dan Bank Sampah berkontribusi terhadap perubahan iklim dimana kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam komponen adaptasi Program Kampung Iklim antara lain menanam sayuran secara hidroponik dan aquaponik, pemanfaatan pekarangan rumah untuk ditanami sayuran, penanaman mangrove, nursery atau pembenihan bibit tanaman. Sementara kegiatan – kegiatan yang dilakukan dalam komponen mitigasi Program Kampung Iklim antara lain penanaman atau penghijauan, pembuatan kompos, penggunaan pupuk organik pada tanaman, penggunaan solar panel, pemanfaatan air hujan, daur ulang sampah, bank sampah, dan penggunaan kompor briket.
Untuk ProKlim sebanyak 73,17% angota ProKlim adalah wanita. Terdapat 3 (tiga) komponen dalam ProKlim yaitu adaptasi, mitigasi dan dukungan keberlanjutan. Salah satu kegiatan dalam komponen mitigasi adalah pengelolaan limbah padat dimana salah satu bentuk pengelolaan limbah padat adalah dengan melakukan kegiatan daur ulang sampah. Secara ekonomi, kegiatan daur ulang sampah telah membantu perekonomian masyarakat dimana pada tahun 2023 ini, DLHK telah membeli 300 unit serok sampah dari kelompok ProKlim RW VI Kelurahan Bhayangkara. Untuk komponen adaptasi, salah satu kegiatannya adalah nursery dimana DLHK juga telah membeli bibit Bunga Kecana Ungu untuk ditaman di taman vertical (vertical garden) dari kelompok ProKlim RW VI Kelurahan Hamadi. Progaram lainnya yaitu kegiatan Bank Sampah dimana persentase wanita yang menjadi nasabah Bank Sampah Jayapura (BSJ) juga lebih tinggi yaitu 66,21 % dibandingkan laki – laki yang memiliki persentase sebesar 33,79%.
Lebih lanjut dikatakan oleh Kadis LHK bahwa pada tahun 2023 ini, wanita menerima manfaat secara ekonomi yang lebih banyak dibandingkan pria yang mana 87,05% dari total saldo pada Bank Sampah Jayapura (BSJ) dimiliki oleh nasabah wanita.
Pada kesemptan ini juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura mendapatkan penghargaan yang diserahkan oleh Dekan Fakultas Pertanian dan Kelautan (FPKK) Universitas Ottow Gissler.